RSS

Menentang Perang, Organisasi Muslim Inggris Dicekal

13 Jan

LONDON (SuaraMedia News) – Inggris telah memutuskan untuk mencekal sebuah kelompok Muslim yang berencana, namun telah membatalkan, sebuah pawai antiperang melalui sebuah kota yang menjadi simbol komitmen Inggris terhadap korban perang, sebuah langkah yang dikecam oleh kelompok tersebut sebagai kegagalan dalam mentolerir kebebasan berekspresi.

“Pencekalan adalah sebuah kekuasaan yang keras namun dibutuhkan untuk mengatasi terorisme dan itu bukan sesuatu yang kami anggap enteng,” ujar Menteri Dalam Negeri Alan Johnson dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh The Independent pada hari Selasa, 12 Januari.

Ia mengatakan pencekalan terhadap Islam4UK, yang telah merencanakan sebuah pawai melalui kota Wootton Bassett di selatan Inggris untuk memprotes perang Afghanistan, akan berlaku pada hari Kamis.

Dengan keputusan itu, menjadi anggota kelompok tersebut akan dianggap sebagai “tindak kriminal” yang hukuman maksimalnya hingga 10 tahun penjara.

Kelompok itu akan dicekal bersama dengan berbagai nama yang digunakannya, termasuk Call for Submission, Islamic Path, Al Muhajiroun, dan London School of Sharia.

“Kami tegaskan bahwa sebuah organisasi tidak akan dapat mengecoh pencekalan hanya dengan mengubah namanya,” ujar Johnson.

Organisasi Muslim tersebut telah dicekal di bawah dua nama lain, Al Ghurabaa dan The Saved Sect.

Islam4UK, yang dipimpin oleh Anjem Choudary, mendeklarasikan dirinya sebagai sebuah kelompok yang bertujuan membentuk platform untuk menyebarkan idelogi Islam di Inggris.

Kelompok ini memiliki link dengan penceramah Muslim kontroversial Omar Bakri Mohammed, yang mendirikan kelompok Al Muhajiroun bersama Choudary.

Omar Bakri dicekal di Inggris pada tahun 2006 sebagai bagian dari apa yang disebut pemerintah sebagai pemberantasan “penceramah kebencian”.

“Kita harus sangat berhati-hati memberikan pemerintah kita kekuasaan hukum untuk mencekal seluruh organisasi,” ujar Bunglawala.

Kelompok Muslim tersebut mengecam pencekalan itu sebagai pelanggaran terhadap demokrasi dan kebebasan berekspresi di Inggris.

“Saya menantang siapa pun untuk membuktikan secara otentik bahwa anggota kami ada yang terlibat dalam aktivitas kekerasan atau mempromosikan aktivitas kekerasan,” ujar Choudary.

“Kata ‘terorisme’ telah didefinisikan di dalam kamus sebagai penggunaan kekerasan terhadap suatu komunitas atau bagian komunitas.”

“Saya telah lama berkampanye untuk mengatakan bahwa itulah persisnya yang dilakukan oleh pemerintah Inggris di Irak dan Afghanistan dan bahkan di dalam negeri.”

“Anehnya, kini kami menjadi target sebagai organisasi ekstremis atau teroris dan bahkan dicekal karena mengespresikan hal itu. Saya rasa ini adalah kegagalan konsep demokrasi dan kebebasan.”

Setelah kecaman dan kritik dari berbagai media serta politisi, kelompok tersebut membatalkan rencana pawainya.

Para peserta pawai telah berencana untuk membawa peti mati kosong sebagai simbol ribuan warga sipil yang terbunuh sejak invasi pimpinan AS tahun 2001 terhadap negara Muslim tersebut.

“Apa yang akan dilihat orang masyarakat adalah jika kau tidak sependapat dengan pemerintah dan ingin mengekspos kebijakan luar negeri mereka, maka kebebasan akan dengan cepat memudar dan berganti dengan kediktatoran,” debat Choudary.

Kelompok-kelompok Muslim lainnya, yang berseberangan dengan Islam4Uk  dan telah menyuarakan penentangannya terhadap pawai kontroversial itu, tidak setuju dengan pencekalan yang dilakukan pemerintah.

“Cara yang tepat untuk mengatasi aksi-aksi anggota Al Muhajiroun adalah secara transparan melalui sistem hukum kita,” tulis Inayat Bunglawala, pendiri dan ketua Muslim4UK, dalam The Guardian.

www.suaramedia.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Januari 2010 in Dunia Islam

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: