RSS

Hari Jum’at, Jangan Lupa Shalat Kusuf (Shalat Gerhana)

14 Jan

JAKARTA – Gerhana matahari, insya Allah akan terjadi Jumat (15/1)  di beberapa wilayah nusantara, antara lain: Jakarta pada pukul 14.33-16.00 WIB, Bandung pada pukul 14.39-15.55, Kalimantan (Pontianak) pada pukul 14.33-1623 WIB, Aceh (Lhokseumawe) pukul 13.45-16.45 WIB. Umat Islam jangan lupa shalat Kusuf atau shalat Gerhana.

Fenomena gerhana ini ditegaskan Kepala Pusat Sain Atmosfir dan Iklim LAPAN, Thomas Djamaluddin, Kamis (14/1). Menurutnya, gerhana matahari yang terjadi di wilayah Indonesia, termasuk Jakarta ini merupakan gerhana matahari sebagian saja. Untuk Jakarta sendiri gerhana matahari ini akan terjadi sekitar pukul 14.33-16.00 WIB, dengan kapasitas gerhana mencapai 11,1%. “Gerhana matahari ini akan terlihat jika kondisi di Jakarta cerah besok,” ujarnya.

Sementara wilayah Indonesia lainnya yang terkena gerhana matahari sebagian ini meliputi Bandung 8,3% pada pukul 14.39-15.55, Kalimantan (Pontianak) 20,6% pada pukul 14.33-1623 WIB, Sumatera 8-54 %, Jawa Barat dan tengah 0-11%. Persentase terbesar di wilayah Indonesia itu berada di wilayah Aceh (Lhokseumawe) sekitar 53,7% dan terjadi pukul 13.45-16.45 WIB.

Sementara untuk gerhana matahari total atau cincin akan terjadi di Afrika Tengah, India Selatan, Myanmar dan China.

Gerhana matahari merupakan fenomena alam, di mana piringan matahari akan tertutup piringan bulan. Untuk gerhana matahari sebagian, piringan matahari hanya sedikit yang tertutup piringan bulan.

Di Indonesia sendiri, LAPAN akan menyediakan fasilitas di Sumedang dan Bandung untuk melihat fenomena gerhana itu. “Di Indonesia, gerhana matahari ini adalah yang pertama dan terakhir di tahun 2010 ini,” tukasnya.

Menghadapi fenomena gerhana matahari tersebut, Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Aceh, Drs. H. A. Rahman TB menghimbau masyarakat muslim untuk melaksanakan shalat sunnat gerhana sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dan mendoakan kebaikan dan keselamatan bagi seluruh umat manusia.

Seluruh ulama sepakat bahwa shalat kusuf atau shalat gerhana benar-benar disyariatkan. Hanya saja mereka berbeda pendapat, wajib ataukah sunnah. Menurut jumhur ulama, shalat gerhana adalah sunnah muakadah, namun menurut yang lainnya adalah wajib, karena Rasulullah melaksanakan dan memerintahkannya.

Gerhana adalah satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menakut-nakuti para hamba-Nya. Allah berfirman: “Dan kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti” (Al-Isra’ 59).

Ketika terjadi gerhana matahari di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam keluar dengan bergegas, menarik bajunya, lalu shalat bersama umat manusia, dan memberitakan kepada mereka: bahwa gerhana adalah satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, dengan gerhana tersebut Allah menakut-nakuti para hamba-Nya; (boleh jadi merupakan sebab turunnya azab kepada manusia). Lalu beliau memerintahkan untuk mengerjakan amalan yang bisa menghilangkan rasa takut dan mencegah turunnya adzab/musibah. Beliau memerintahkan untuk mengerjakan shalat, berdoa, istigfhar, bersedekah, memerdekakan budak, dan amalan-amalan shalih lainnya ketika terjadi gerhana; hingga hilang gerhana tersebut. http://www.voa-islam.com/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Januari 2010 in Dunia Islam, Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: