RSS

Ribuan Korban Gempa PBB Kesulitan Komunikasi Dengan Hati

14 Jan

PBB, New York (Suara Media News) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon, Rabu, mengalami kesulitan melakukan komunikasi ke Haiti, terutama ibukota Port au Prince, akibat parahnya dampak yang ditimbulkan oleh gempa berkekuatan 7 Skala Richter pada Selasa (12/1).

Karena kesulitan komunikasi pula, Markas Besar PBB di New York, belum mendapatkan informasi yang lebih menyeluruh mengenai kondisi terakhir di Haiti.

Salah satu informasi yang masih tersendat adalah upaya memastikan para korban selamat maupun meninggal dalam bencana alam tersebut. di pekirakan sekita sepulu ribu jiwa yang tewas.

“Kami belum punya data berapa yang meninggal atau luka-luka. Kami khawatir jumlah itu akan mencapai ratusan. Fasilitas media dibanjiri oleh mereka yang mengalami luka-luka,” kata Sekjen.

Menurut Ban, banyak dari staf PBB di lapangan yang sedang menjalankan misi stabilisasi di Haiti (MINUSTAH), termasuk Utusan Khusus Sekjen PBB Hedi Annabi dan wakilnya, Luiz Carlos da Costa, masih belum ditemukan dari reruntuhan markas MINUSTAH.

“Sebagian besar komunikasi terputus. Tapi ada saluran komunikasi yang sangat terbatas. Kami mencoba menggunakan komunikasi melalui satelit, tapi mengalami kesulitan. Namun kami terus mencoba melakukan kontak dengan Haiti,” kata Ban kepada wartawan di New York.

Sejauh ini, informasi yang sudah dapat dipastikannya adalah bahwa gedung, bangunan dan infrastruktur di Port au Prince mengalami rusak parah.

Demikian pula dengan fasilitas kebutuhan mendasar seperti air dan listrik, hampir semuanya mengalami kerusakan parah.

“Tidak ada keraguan bahwa kita sedang menghadapi situasi darurat kemanusiaan yang parah dan bantuan dalam skala besar sangat dibutuhkan,” kata Ban yang menyatakan bahwa ia akan berkoordinasi dengan Pemerintah AS maupun utusan khususnya, Bill Clinton, dalam menggalang bantuan internasional.

Berhubung Hedi Annabi maupun wakilnya Luiz Carlos da Costa masih belum diketahui nasib dan keberadaannya, Ban mengatakan dirinya akan mengirim Edmot Mulet –yang juga pernah menjadi utusan khusus– untuk memimpin operasi pencarian korban serta membantu mengatur misi MINUSTAH di Haiti.

“Saya berkeinginan mengunjungi Haiti sesegera mungkin ketika situasinya sudah memungkinan. Namun saat ini saya akan mengirim Mulet. Jika segalanya lancar, ia akan bertolak ke Haiti pada Jumat ini atau sesegera mungkin,” kata Ban.

Ia juga menyampaikan bahwa PBB saat ini memiliki pasukan berkekuatan 3.000 personil di dan sekitar Port au Prince, yang akan bertanggung jawab mengamankan lokasi dan menjaga ketertiban sipil serta keamanan ibukota pasca gempa.

Sementara itu di Markas Besar PBB, New York, sepanjang Rabu para pejabat tinggi PBB melakukan serangkaian pertemuan terpisah menyangkut perkembangan bencana gempa bumi di Haiti.

Sekjen PBB, misalnya, pada Rabu sore hadir dalam sidang Majelis Umum untuk menjelaskan kepada para anggota PBB soal situasi di Haiti, termasuk soal sejauh mana badan-badan PBB dikerahkan untuk menangani dampak yang ditimbulkan gempa 7 Skala Richter itu.

Para pejabat lain yang melakukan berbagai pertemuan antara lain Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Haiti yang juga mantan Presiden AS Bill Clinton, Alain Le Roy, Wakil Sekjen PBB untuk Operasi Penjagaan Perdamaian Alain Le Roy dan Wakil Sekjen PBB urusan Kemanusiaan dan Koordinator Penanganan Darurat, John Holmes.

Haiti terletak di perbatasan dua lempeng tektonik, yaitu lempeng Karibia dan lempeng Amerika Utara, yang menimbulkan sistem patahan yang membentang di negara ini. Ada dua patahan besar, yaitu di bagian selatan dan utara. Hari Selasa, gempa terjadi di patahan sebelah selatan, kata Baptie.

Aktivitas seismik yang tergolong besar sebelumnya terekam di pulau itu pada 1751 dengan kekuatan 7,3 SR terjadi di patahan yang sama. Setelah itu tercatat gempa besar bermagnitude 7,2 SR pada tahun 1887.

Menurut BGS, gempa besar yang dapat menimbulkan kerusakan serius tercatat sekitar 100 kali setiap tahun di dunia. Prediksi gempa besar dikeluarkan para ahli geologi tahun 1990-an bahwa pada tahun 2000-an akan terjadi gempa berskala lebih dari 8 SR di Los Angeles, berpotensi menenggelamkan kota itu.

Sementara mereka mengkhawatirkan gempa Los Angeles yang dijuluki Big Bang itu, pada 1994, Hollywood diterjang gempa 7,2 SR. Catatan kegempaan di pantai barat Amerika juga menyebutkan tahun 1925 gempa 7,8 SR pernah menghantam San Fransisco. (Reuters)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Januari 2010 in Internasional

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: