RSS

Apakah al Qaidah telah Menang atas Amerika?

15 Jan

Perang melawan teror yang dikobarkan oleh Amerika, telah membawa negara ini pada pertempuran besar di wilayah Timur Tengah. Selusin orang dengan pisau pemotong kertas di Timur Tengah telah berhasil memaksa ratusan ribu tentara Barat dengan senjata penuh dikirim ke wilayah itu.

Sebanyak 100.000 tentara asing yang ditempatkan di Afghanistan hari ini bertanya-tanya, berapa banyak kekuatan al Qaidah, itu pun jika memang ada.

Pelaku bom yang menggunakan sepatu, telah memaksa jutaan orang melepaskan sepatunya untuk diperiksa saat melakukan penerbangan. Apakah pelaku bom celana dalam akan membuat jutaan orang yang bepergian juga harus melepas dan diperiksa celana dalamnya?

Setelah kehilangan gengsi, Amerika Serikat juga kehilangan trilunan dolar dalam perang ini. Pimpinan tertinggi al Qaidah, tetap tak bisa ditemukan. Sementara sel-selnya terus tumbuh seperti cendawan di musim hujan. Relawan dan pemuda pendukung mereka terus bertambah di situs-situs di seluruh dunia. Dan lebih dari itu, mereka terus meneror Amerika.

Dengan gambaran itu semua, apakah bisa disebut bahwa al Qaidah sudah menang? Dan apakah Amerika Serikat telah kalah?

Dua belas tahun yang lalu, sebuah kelompok terbentuk di bukit-bukit Afghanistan. Pada awalnya, mereka tidak mengancam Amerika. Sasaran mereka adakah rezim-rezim otoriter yang mengacaukan wilaya. Tapi ternyata, hal itu membuat hidup Paman Sam berdarah, dan popularitas mereka terus bertambah.

Ternyata strateginya sangat sederhana. Buatlah Amerika masuk ke dalam sebuah pertempuran melawan dunia Islam. Maka seperti domba yang digiring menuju rumah jagal. Amerika Serikat telah masuk perangkap.

Al Qaidah beruntung. koboi Amerika terpancing untuk meningkatkan ekskalasi militernya. Inilah yang diharapkan al Qaidah.

Setelah serangan 9 / 11  Amerika Serikat seperti banteng yang terluka, mengamuk bahkan tanpa memikirkan konsekuensi dari tindakan militer yang dilakukannya. Para pecandu perang mengambil keuntungan atas serangan militer yang mereka lakukan. Kebijakan luar negeri Amerika dieksploitasi menjadi radikal.

Washington menyerukan Perang Salib yang diberi nama Perang Melawan Teror, kemudian dengan alasan itu pula menduduki Afghanistan dan Irak. Mendukung Israel di yang telah mengucurkan darah Lebanon dan Palestina. Dan terus berlanjut sampai Somalia, Yaman dan Pakistan.

Dalam waktu singkat, AS disibukkan oleh penghisapan dana invasi militer yang sangat mahal. Melawan perang dengan perang seperti menambahkan bensin dalam api kebencian yang kian menyala.

Paradoksnya, anti-Amerikanisme lebih merajalela justru di bawah “rezim ramah” seperti di Jordania, Arab Saudi dan Turki dan lain-lain negara. Sehingga memaksa pemerintahan Obama meminta bujet 33 juta dolar untuk tambahan biaya perang, dari bujet sebelumnya 660 juta dolar pada tahun 2010 ini. Tampaknya Amerika sama sekali tidak memiliki strategi menghadapi perlawanan global yang menyerangnya.
Alih-alih serius membalikkan ekspansi militer, pemerintah Obama malah mempercepat dan tampak bersikeras khususnya menyangkut gejolak di Yaman. Padahal tidak sedikit nasihat yang diberikan untuk meninggalkan kekuatan dan pendekatan militer. Tapi nampaknya Washington sangat tergantung, bahkan bisa jadi kecanduan menyelesaikan semua masalah dengan pendekatan kekuatan, bukan merebut hati dan simpati dunia Islam.

Pernyataan Obama tentang membangun kepentingan bersama dan saling menghormati yang diucapkan pada dunia Islam pada awal-awal pelantikannya, kini nyaris tak terdengar di antara desing mesin perang. Padahal, semakin besar Washington menggunakan mesin perangnya, maka semakin sedikit simpati dan hati yang akan dimenangkannya.

Untuk mengalahkan al Qaidah, dibutuhkan cara bagaimana merebut hati dan menenangkan pikiran. Baik itu orang Amerika, Arab dan Muslim!

Oleh Marwan Bishara, Analis Politik Senior al Jazeera

http://www.sabili.co.id/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Januari 2010 in Dunia Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: