RSS

7 Muslim Tewas Ditembak Polisi Kenya

16 Jan

Para pemuda Muslim yang berunjuk rasa di Nairobi ditembaki polisi, di antara korban ada yang tertebak di kepala

Para pemuda Muslim yang berunjuk rasa di Nairobi ditembaki polisi, di antara korban ada yang tertebak di kepala

Hidayatullah.com–Sedikitnya tujuh Muslim tewas ketika polisi menembaki sekitar 100 pemuda Muslim, yang berunjuk rasa di ibukota Kenya Jumat (15/1) untuk memprotes penangkapan seorang dai keturunan Jamaika, yang pemikirannya diduga mempengaruhi salah satu pelaku bom di London.

Farouk Machanje dari Forum HAM Muslim, yang mengorganisasikan unjuk rasa di Nairobi itu, mengatakan bahwa lima orang telah terbunuh.

Seorang petugas ambulan mengatakan, seorang pemuda yang tertembak di kepalanya, meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit pusat pemerintah. Petugas tersebut memberikan informasi tanpa mau menyebutkan nama, karena ia bukan orang yang berhak untuk menyamaikan informasi itu secara resmi ke media. Ia mengatakan mereka membawa 10 orang lainnya yang terkena tembakan peluru ke rumah sakit.

Seorang wartawan AP melihat ada mayat seorang pemuda lainnya, yang menurut pihak keluarga berusia 25 tahun. Wartawan itu juga melihat 3 pemuda yang terluka saat unjuk rasa, sedang dirawat di sebuah klinik dekat masjid di pusat kota Nairobi.

Polisi berusaha menghalangi pergerakan demonstran yang mulai turun ke jalan setelah shalat Jumat, dengan berdiri di tengah jalan. Tak lama setelah mereka bergerak keluar masjid, polisi menembakkan gas air mata dan water canon untuk membuat mereka kocar-kacir. Para demonstran lalu membalas dengan lemparan batu. Mereka rencananya akan berjalan menuju Kantor Menteri Imigrasi untuk memprotes penahanan Syaikh Abdullah El-Faisal.

Kemudian terjadi hal aneh. Entah apa sebabnya, sejumlah orang Kenya yang tidak ikut unjuk rasa tiba-tiba melempar batu ke arah demonstran. Belum diketahui alasan mengapa mereka melakukan hal itu.

Dalam jumpa pers yang digelar beberapa blok jaraknya dari tempat kejadian, jurubicara pemerintah Alfred Mutua menolak menjawab pertanyaan seputar demonstrasi yang terjadi, ia hanya membacakan sebuah pernyataan tentang sikap pemerintah terhadap El-Faisal.

“Pemerintah Kenya mengetahui bahwa Abdullah El-Faisal telah dideportasi dari beberapa negara karena dituduh merekrut, menginspirasi dan membantu para pelaku bom bunuh diri,” kata Mutua. “El-Faisal adalah ancaman bagi negara ini, karena ia diduga merekrut pelaku bom bunuh diri.”

Sementara itu 300 mil lebih jaraknya dari lokasi peristiwa berdarah, kaum Muslim di kota pinggir pantai Mombasa pada hari Jumat itu juga melakukan demonstrasi yang sama, namun berakhir damai.

Awal pekan ini, Menteri Imigrasi Otieno Kajwang mengatakan bahwa El-Faisal akan tetap berada dalam penjara, sampai Kenya bisa mengirimya ke Jamaika.

Negara asal El-Faisal telah mengatakan bersedia menerimanya kembali, tapi tidak ada satupun negara yang mau memberikan visa yang diperlukan untuk singgah dalam penerbangannya kembali ke Jamaika.

“Pria ini sangat berbahaya, sehingga tak ada negara yang mau menyentuhnya,” kata Mutua dalam pertemuan Kamis itu.

El-Faisal tiba di Kenya 24 Desember 2009, tapi petugas di pos perbatasan tidak tahu siapa dia, karena saat itu komputer yang berisi database orang-orang yang dicurigai sedang mati, menunggu software baru dipasang. Otoritas Kenya baru menyadari keberadaan El-Faisal di negaranya satu pekan kemudian. [di/an/www.hidayatullah.com]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Januari 2010 in Dunia Islam

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: