RSS

Rencana Saudi dan Malaysia Buat Pusat Film Islam

16 Jan

Rencana ini sedang diperdebatkan untuk proyek-proyek pembuatan film bersama antara Malaysia, Arab Saudi dan negara-negara muslim lainnya, terungkap dalam  Festival Film Islam Week baru-baru ini di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selama kunjungan kami ke Kuala Lumpur Festival Film Islam Week 2009, pihak berwenang dari beberapa negara-negara Muslim mengusulkan pembentukan pusat film Islam, di mana semua negara-negara muslim dapat membentuk kemitraan untuk membuat film,” kata Mamdouh Salem, seorang pembuat film Rowad Media Production dan Distribusi, sekembalinya dari Malaysia baru-baru ini.

Direktur festival Hayati Othman juga mengatakan delegasi Saudi berkeinginannya untuk membentuk kerjasama kemitraan dalam pembuatan film Islam dengan Arab Saudi, untuk melawan sentimen anti-Muslim di industri film,” katanya.
Othman mengatakan kepada delegasi Saudi bahwa ia ingin menunjukkan semua aspek dari dunia Islam, kata Salem. Othman juga menjelasan secara singkat bahwa delegasi Saudi pada Pusat Nasional industri film Malaysia “FINAS,” yang didirikan oleh Pemerintah Malaysia pada tahun 1981 untuk mempromosikan kerjasama antara negara-negara muslim ‘dua industri film.

Salem mengatakan pusat modern dan studio canggih yang dirancang untuk mendorong pengembangan dan produksi film sesuai dengan standar internasional.
Pusat film ini menyediakan sejumlah layanan untuk pelatihan, ia menambahkan.

“Penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk industri film, serta layanan penasihat untuk para pembuat film untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mereka,” kata Salem.

“Para delegasi Saudi mengunjungi pusat dan diberitahu tentang teknik terbaru untuk menciptakan kompetitif dan berkelanjutan studio film di berbagai belahan dunia,” jelasnya.

“Dalam pidato pembukaan festival, saya menjelaskan peran Arab Saudi dalam mendukung budaya dan Islam di bawah bimbingan Penjaga Dua Masjid Suci, yang sekarang termasuk pembentukan empat saluran TV baru, di Al-Qur’an dan Sunnah, budaya dan ekonomi.

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengembangan budaya Saudi pada tingkat lokal dan internasional, “katanya.
Salem menunjukkan bahwa ada inisiatif dilakukan untuk menunjukkan berbagai aspek dari Islam.

Sebagai contoh, Smithsonian Museum di Washington DC, baru-baru ini diputar premier dari “Ziarah”, yang diproduksi oleh Raja Abdul Aziz Perpustakaan di Riyadh, bekerja sama dengan Pusat Penelitian Raja Faisal dan Studi Islam.
Film ini menunjukkan sejarah pembangunan Masjid Agung, Kakbah dan situs Islam lainnya.

Ini juga menunjukkan ritual yang terkait dengan haji dan upaya kini sedang dilakukan oleh pemerintah Saudi untuk meningkatkan pelayanan bagi para peziarah.

Kementerian Kebudayaan dan Informasi, media dan organisasi-organisasi budaya juga harus memainkan peran penting dalam membuat film yang menunjukkan evolusi peradaban Islam, yang merupakan kekayaan Arab Saudi, katanya.

http://www.sabili.co.id/

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Januari 2010 in Dunia Islam

 

2 responses to “Rencana Saudi dan Malaysia Buat Pusat Film Islam

  1. buraqmanari

    17 Januari 2010 at 3:30 PM

    Salam hangat dari aceh, sobatku

    Rencana dua negara tersebut patut diberi apresiasi yang baik, karena dunia perfilman sekarang didominasi oleh film barat dan india yang kita sama2 tau adegan2 yang tersaji,….
    semoga bisa terealuisasi dgn baik.

     
  2. ziyadqu

    17 Januari 2010 at 9:40 PM

    buraqmanari, Salam hangat kembali semoga terjalin ukhuwah, ya kita salut kepada dua negara itu, semoga negara kita ikut mencontoh. Amin

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: