RSS

Banyak Orang Meraih Kebahagiaan Dengan Cara Keliru

18 Jan

Salah menggapai kebahagiaan pada hanyalah melahirkan penderitaan semata. Demikian nasehat ulama besar di acara Tabligh Akbar Ahad  kemarin

http://www.hidayatulah.com–Penderitaan dan tekanan hidup yang seolah tak selesai, menjadikan sebagian orang kemudian menggunakan cara yang salah demi mendapatkan ketenangan. Diantaranya dengan meminum khamr, mabuk-mabukan, bermaksiat, dan mengerjakan ritual ibadah yang tak ada sunnahnya.

Padahal, itu semua sama sekali tak melahirkan kebahagiaan. Mungkin mereka akan bahagia tapi hanya sekejap, bukan kebahagiaan yang hakiki yang diharapkan.  Pernyataan itu sampaikan oleh intelektual Muslim dan ulama terkemuka dunia dari Madinah Al Munawwaroh, Arab Saudi, Syeikh Prof. Dr. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr, pada acara Tabligh Akbar yang digelar di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (17/1) kemarin.

Syeikh Rozzaq mengatakan, orang yang mencari kebahagiaan dengan cara-cara yang keliru, mustahil mereka dapat meraih kebahagiaan. Sebab kata beliau, dalam usaha menggapai kebahagiaan itu mereka menggunakan cara-cara yang salah. Kalaupun bahagia itu hanya sebentar dan yang dirasakan selanjutnya adalah penderitaan dan kesengsaraan yang bertubui-tubi.

“Hendaklah setiap muslim yakin bahwa kebahagiaan itu dari Allah dengan ketaatan kepdan-Nya dan hanya diperoleh dari Allah, yaitu dengan jalan ketaatan kepada-Nya,” jelas Syeikh Rozzaq, sebagaimana diterjemahkan lisan oleh Ustadz Abu Abdul Muhsin Firanda dari Radio Rodja 756AM.

Syeikh Rozzaq berkata, seorang Muslim harus berkeyakinan bahwa apa-apa yang dikehendaki Allah pastilah terjadi karena kehendak Allah meliputi seluruhnya. Mengutip pesan syair Imam Syafi’i, syeikh Rozzaq menandaskan bahwa segala perkara dan keputusan adalah dari Allah ta’ala dan hendaklah setiap orang mengambil sebab yang mendatangkan kebahagiaan.

Untuk meraih kebahagiaan, sebagaimana pesan Syeikh Abdur Rozzaq, maka setiap Muslim mesti senantiasa menjalankan pertintah Allah ta’ala.

Kebahagiaan hakiki dunia akhirat itu akan didapatkan jika setiap muslim mengamalkan ajaran Islam secara benar.

Dalam taushiah yang dihadiri ribuan ummat Islam tersebut, Syeikh menjelaskan sebagaimana pernah diungkapkan ulama besar Ibnu Taimiyyah, bahwa ada tiga syarat meriah kebahagiaan.

“Yakni bersyukur kepada Alllah ta’ala bila mendapat nikmat atau diuji, senantiasa sabar, dan selalu beristighfar,” tutur Syeikh, seperti dijelaskan penerjemah.

Sedangkan pokok kebahagiaan adalah iman dan amal sholeh. Karena, lanjut Syeikh, keimanananlah yang menunjukkan kepada kebahagiaan, iman adalah tempat kembali bagi setiap muslim.

Syeikh juga menegaskan bahaya ujub (ingin dipuji). Siapa saja manusia yang menghrapkan pujian manusia, maka orang tersebut pada akhirnya hanyalah mendapatkan kesengsaraan dan penderitaan.

Syeikh Rozzaq di akhir taushiahnya mengutip pesan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam kitabnya, Zaadul Ma’ad, bahwa poin penting untuk meraih kebahagiaan adalah dengan mempelajari tauhid (tentang keesaan Allah), menuntut ilmu agar menjadikan hati lapang, selalu berdzikir kepada Allah, memberi manfaat kepada orang lain, memiliki keberanian, menghilangkan penyakit-penyakit hati, dan meninggalkan sifat berlebih-lebihan.

Padati Jama’ah

Sebagaimana pantauan Hidayatullah.com, acara Tabligh Akbar yang disponsori Radio Rodja 756 AM, ini dipadati jama’ah dari berbagai kota di Jabodetabek. Beberapa jama’ah yang sempat ditemui bahkan mengaku ada yang berasal dari Bandung, Jogjkarta, dan sekitarnya.

Karena jumlah jama’ah yang membludak tersebut, pelaksanaan ibadah sholat Dzuhur berjama’ah pun dilakukan secara bergantian, termasuk juga di tempat muslimah atau akhwat.

Shaft sholat pun bahkan hingga meluap sampai ke tangga-tangga. Ada pula sebagian yang harus berdiam diri ditempat karena susah bergerak, terlebih lagi keadaan itu di lantai utama Masjid Istiqlal. [ain/khadirin/www.hidayatulah.com]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2010 in Dunia Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: