RSS

Ikhwanul Muslimin akan Kurangi Aktivitas Politik?

18 Jan

Terpilihnya Dr. Muhammad Badi  dipandang sebagai pertanda bahwa organisasi itu akan berkurang kiprahnya di kancah politik dan aktiv dalam dakwah

Hidayatullah.com—Terpilihnya Dr. Muhammad Badi sebagai pemimpin Al Ikhwan al Muslimun (Ikhwan) yang baru, di tengah-tengah suasana tarik-menarik antara aspirasi kalangan muda dan tua, ikut memecah perhatian para pengamat dan analis.

Para analis menilai, pemilihan Badi sebagai ketua menunjukkan tanda-tanda akan adanya perubahan arah gerakan Ikhawan, dari politik menuju bidang keagamaan, pendidikan dan aktivitas sosial kemasyarakatan.

“Badi tidak terlibat di aktivitas publik. Ia adalah bagian dari (lingkungan) ideologis, dan ini adalah salah satu kemunduran bagi Ikhwan di bidang politik, di samping faktor kedua, yaitu kuatnya tekanan dari pemerintah,” kata pakar politik Islam Deyaa Rashwan.

Dari pernyataan yang disampaikan Badi kepada saudara-saudaranya di lingkungan Ikhwan setelah terpilih menjadi ketua, tersirat bahwa Ikhwan tidak mau menjadi oposisi.

“Sehubungan dengan sikap kita terhadap rezim Mesir, kami menekankan bahwa Ikhwanul Muslimin tidak pernah menjadi lawan bagi rezim yang ada, meskipun rezim itu terus menerus menghalangi mereka, menyita uang mereka dan sering menangkapi para pemimpinnya.” kata Badi.

Ia seringkali menekankan perlunya perubahan secara bertahap dengan cara yang damai dan konstitusional.

“… Islam adalah rujukan mereka (Ikhawanul Muslimin) dalam melaksanakan reformasi, yang dimulai dari disiplin dan latihan jiwa setiap individu, diikuti dengan mengatur keluarga dan memperkuat masyarakat, …,” katanya menyebutkan tahapan-tahapan reformasi yang perlu dilakukan.

“Sebagai hasil dari pemahaman yang menyeluruh atas Islam, Ikhwanul Muslimin digambarkan sebagai salafi, sunni, organisasi politik, kelompok olahraga, perkumpulan  budaya dan ilmu pengetahuan, perusahaan ekonomi dan sebuah pemikiran sosial,” katanya seraya mengutip QS. Al-Qashas:77.

Setelah Muhammad Mahdi Akif mengundurkan diri, sekelompok kaum muda yang menginginkan agar gerakan Ikhwan lebih aktif terjun ke dunia politik berebut pengaruh dengan kelompok senior. Dengan tidak duduknya Mohammed Habib dan Abdul Monem Aboul Fetouh di kursi kepengurusan, kelompok reformis yang didominasi kaum muda menilai organisasi mereka hanya akan berputar mengurusi masalah internal dan tidak aktif di politik praktis.

“Dengan duduknya kepemimpinan yang konservatif, Ikhwan tidak lagi memiliki kekuatan untuk menginspirasi masyarakat Mesir secara politik di tingkat akar rumput,” kata analis politik Khalil El-Anani sebagaimana dikutip LA Times (17/1). [di/ikw/lat/www.hidayatullah.com]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2010 in Dunia Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: