RSS

Israel-Vatikan, Negosiasi Tempat Suci

19 Jan

Israel dan Vatikan sedang melakukan negosiasi untuk menyepakati kepemilikan situs-situs Kristen di al Quds. Gereja berniat meminta kembali tanah-tanah Kristen di al Quds yang diduduki oleh Istaer, pertemuan ini berlangsung di Yerusalem, Senin kemarin.

Vatikan menginginkan wilayah, situs, bangunan milik agama Kristen yang dirampas atau disita Israel sejak tahun 1950 dikembalikan kepada Vatikan. Pembicaraan antara Israel dan Vatikan sudah berlangsung sejak tahun lalu, di Roma pada bulan Mei. Vatikan menginginkan kembalinya tanah gereja yang disita oleh Israel.

Gereja yang terjaga bahkan sejak Shalahudin al Ayyubi dan Turki Utsmani, memang telah dirampas oleh Israel sejak pendudukan negeri Palestina. Hari ini, banyak bangunan resmi Israel yang menempati tanah gereja, bahkan tanpa membayar sewanya pada Vatikan atau penduduk Kristen di Yerusalem.

Salah satu situs yang dipersengketakan adalah sebuah bangunan di sebuah gang sempit di luar Kota Tua al-Quds. Bangunan ini dipercaya oleh umat Kristen sebagai tempat Jamuan Terakhir yang dilakukan oleh Yesus dan para sahabatnya. Tapi pemerintah Israel mengatakan, bangunan ini dibawahnya adalah situs pemakaman Raja David.

Sama seperti al Aqsa yang diklaim oleh Israel sebagai situs yang dibawahnya ada Temple Solomon atau Kuil Sulaiman. Padahal, jika merujuk pada sejarah Sulaiman as adalah salah seorang nabi dari nabi-nabi yang pernah diturunkan Allah untuk membimbing manusia. Dan tidak mungkin seorang nabi membangun kuil atau temple, sebab seorang nabi pasti mengajarkan tauhid pada para pengikutnya.

Israel merebut dan menduduki al-Quds dalam Perang Enam Hari atau Perang Arab pada tahun 1967. Setelah itu, Israel banyak melakukan pencaplokan wilayah-wilayah Palestina baik milik warga Muslim maupun warga Nasrani.

Negosiasi antara Vatikan dan Israel ini juga membahas masalah pajak tempat-tempat suci yang ada di Yerusalem. Israel meminta agar Vatikan membayar utang-utang pajak yang ditanggung gereja kepada pemerintahan Israel. Sementara Vatikan meminta agar Israel mengakui pembebasan pajak bagi tempat-tempat ibadah yang sudah berlaku sejak berabad-abad silam. Di bawah resolusi PBB no. 181, tempat suci memang dibebaskan dari pajak. Berbeda dengan Vatikan, perlakuan Israel pada umat Islam dan pejuang Palestina justru sebaliknya, tidak ada kata perundingan, apalagi negosiasi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Januari 2010 in Dunia Islam, Internasional

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: